Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Thursday, May 26, 2016

Book Review: Hannibal Rising

Haloo =)
Kali ini aku bakal nge-review buku keempat dari kisah Hannibal karya Thomas Harris.
Sebenernya aku baru nonton film pertamanya, Silence of Lamb dan belum pernah baca atau nonton bagian lain (The Red Dragon, Hannibal), tapi kebetulan nemu buku ini di toko. Mengingat akting Anthony Hopkins yang sangat sangat keren dan berlatarbelakang rasa penasaran akan tokoh ini, akhirnya aku coba baca buku ini, "Awal Mula Hannibal".



Hannibal Lecter kecil yang berusia delapan taun, merupakan anak dari keluarga bangsawan di Lithuania. Ia memiliki ayah, ibu serta adik perempuan yang bernama Mischa. Di Kastil Lecter tinggal pula beberapa pegawai seperti koki hingga guru Hannibal, Mr. Jakov.

Suatu saat di masa Perang Dunia II, Hannibal mengalami kejadian terburuk di hidupnya. Keluarganya dibantai oleh tentara Nazi. Tersisa ia dan adiknya, disekap oleh tentara Nazi yang kelaparan.
Mereka adalah Dortlich, Grutas, Milko, dan Grentz. Ketika kehabisan makanan dan lelah berburu, mereka membunuh dan memakan Mischa dengan sadis. Menurut Lady Murasaki di akhir cerita, jiwa Hannibal menghilang disini, hingga tersisa dendam dalam hatinya.

Hannibal yang selamat akhirnya tinggal di panti asuhan. Pada usia 13 tahun, pamannya, Robert Lecter dan istrinya Lady Murasaki mengadopsi Hannibal.

Kegilaan Hannibal muncul saat seorang tukang daging bernama Paul menghina Lady Murasaki di pasar. Ia murka dan membunuh Paul, memotong dan memasak kedua belah pipinya.
Tak lama setelah itu Robert meninggal dan menyisakan mereka berdua.

Begitulah awal mula kemunculan tokoh kriminal cerdas yang terkenal tersebut. Tidak mengherankan melihat masa lalunya yang sungguh mengerikan, di usia yang sangat dini. Dalam buku ini, diceritakan petualangannya dalam usaha membalas dendam kepada keempat tentara perang yang membunuh adiknya tersebut.

Novel ini tidak membingungkan pembaca dengan alur maju-mundur seperti novel thriller pada umumnya. Hal ini merupakan poin yang bagus karena pembaca dapat terfokus pada kepahitan hidup Hannibal, pembentukan sosok seorang Hannibal hingga dapat merasakan kegilaannya lebih dalam, daripada sekedar menebak-nebak jalan cerita yang membingungkan.

Hannibal dalam novel ini tumbuh sebagai sosok yang terpelajar, namun hatinya sedingin es. Berawal dari sekedar pembalasan dendam sampai ia sendiri menikmati-membunuh orang-orang tersebut.

Thomas Harris mendeskripsikan suasana dalam cerita dengan baik, meningkatkan level kengerian para pembaca membayangkan menyaksikan sendiri Hannibal membunuh satu per satu korbannya.

Yep, novel ini menjadi salah satu novel thriller favorit aku.

Rating: 4/5

Sunday, March 27, 2016

Book Review: Kilah

Pic source: ariansyahabo.blogspot.com

Novel ber-genre psychothriller lokal ini ditulis oleh Vinca Callista yang sebelumnya pernah menulis novel ber-genre sama yaitu Nyawa dan Seruak. Saya sudah baca Seruak, yang review-nya nanti akan menyusul =)
Jika dibandingkan dengan novel-novel bergenre sama, Kilah tergolong tipis, hanya 200-an halaman. Sampulnya cukup unik dengan ornamen interior sebuah ruangan dan keong kecil, mewakili item yang ada dalam cerita.

Kilah bercerita tentang affair antara seorang pemilik toko buku yang sangat mencintai buku bernama Karly dengan Iago, seorang petualang yang hobi travelling. Karly sudah bertunangan dan akan menikah setengah tahun kemudian, akan tetapi ia menemukan sesuatu yang menarik dari diri Iago. Petualangan. 

Aruna, kasir di toko buku Karly diam-diam naksir salah seorang pengunjung toko buku tersebut, namun tak pernah berani mengajaknya bicara.

Sementara itu Brodie yang merupakan designer interior, jatuh cinta pada gadis yang sering lewat di depan rumahnya, Nala. Kepolosan Nala mewarnai hari-hari Brodie.

Cuma sampai situ bisa saya ceritakan isi dari novel ini. Kalau diterusin, bisa spoiler xD

Bila dibandingkan, plot Kilah tidak serumit dan semembingungkan Seruak. Twist-nya pun tidak benar-benar terasa twist karena di setengah perjalanan saya sudah dapat menebak maksud dari segala teka-tekinya, karena clue-clue bertebaran di sepanjang cerita. Meski begitu, jalan ceritanya ringan, tidak terlalu bikin bingung dan banyak mikir.

Overall, novel ini memang gak menawarkan thriller yang bikin keringat dingin, namun cukup layak dijadikan bahan bacaan sewaktu santai =)


Rating: 3/5


Wednesday, March 9, 2016

Book Review: Negeri Para Bedebah

Hi fellas!
Kali ini saya akan me-review salah satu buku dari penulis fiksi yang cukup produktif, Tere Liye (Hafalan Shalat Delisa, Senja Bersama Rosie, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin).

Cover
Sinopsis
Signed by Tere Liye ! yay

Sebenarnya saya sudah lama namatin buku ini, yaitu sekitar awal tahun lalu (2015). Awalnya saya belum bisa menebak bagaimana isi ceritanya, hanya tertarik pada covernya yang unik. Sinopsis singkat di cover belakang buku yang menjelaskan tentang "Negeri para bedebah yang isinya penuh musang berbulu domba". Saya berasumsi bahwa mungkin novel ini berkaitan dengan negara kita yang penuh dengan koruptor. Menurut saya ini merupakan topik yang bagus untuk diangkat ke dalam novel, saya pun membelinya.

Kemudian saya coba membacanya dan ternyata buku ini sangat menarik! Membacanya seperti menonton film hollywood, tak sabar untuk mencapai akhir. Pada akhirnya buku ini menjadi salah satu buku favorit diantara deretan novel-novel lokal di rak buku saya.


Cerita dimulai dimana Thomas, seorang konsultan ekonomi sedang berada dalam sesi wawancara dengan wartawan wanita dari majalah ekonomi mingguan. Pembicaraan keduanya dipenuhi dengan topik ekonomi, yang meskipun cukup banyak istilah-istilah yang kurang saya mengerti, tetap dapat saya pahami konteksnya sebagai orang awam ekonomi. Kemudian setting berlanjut pada adegan dimana Thomas berdiskusi dengan peserta konferensi ekonomi internasional. Episode (BAB) 1 dan 2 dari novel ini menunjukkan antusiasme Thomas akan bidangnya, serta bagaimana sepak terjang Thomas yang telah mencapai level internasional di bidang ekonomi. Karakter Thomas yang berapi-api, penuh percaya diri, cerdas, serta sedikit arogan dapat terangkum dari bagian awal cerita ini.

Pembangunan karakter seorang Thomas semakin diperkuat pada Episode 3, yang menunjukkan aktivitasnya diluar profesionalisme sebagai konsultan. Thomas memiliki 'klub petarung', sebuah klub tinju yang beranggotakan orang-orang dengan beragam profesi. Dari klub ini lah Thomas mendapat beberapa 'kawan' yang di kemudian hari akan berperan besar dalam 'petualangan'nya.

Pada episode selanjutnya pembaca mulai diperkenalkan dengan keluarga Thomas yang terdiri dari Om Liem dan Opa serta orang-orang kepercayaan keluarga mereka, Ram dan Kadek. Permasalahan utama muncul dimana Bank Semesta milik Om Liem mengalami kekacauan. Om Liem menjadi buronan polisi. Nah, inti dari cerita ini adalah perjuangan Thomas dalam menyelamatkan Bank Semesta dengan melakukan segala hal, nyaris tertangkap polisi, kabur menggunakan Yacht, melobi banyak orang penting, dan banyak lagi. 

Bagi saya, sulit membaca Negeri Para Bedebah tanpa dirundung rasa penasaran yang setiap hari semakin meningkat levelnya. Saya merasa dibawa Thomas ikut bersamanya dikejar-kejar polisi atau loncat dari pesawat terbang. Menegangkan!
Rasanya belum tenang bila belum memastikan bahwa Thomas berhasil menyelamatkan Om-nya, sampai-sampai saya rela begadang. 

Disamping sensasi greget dan tegang saat membacanya, saya juga mendapat banyak pengetahuan mengenai ilmu ekonomi yang selama ini jarang saya sentuh. Tere Liye berhasil mengemas ilmu tersebut dengan cara yang sangat menarik.

Oh iya, di akhir pun akan ada plot twist yang bisa dibilang lumayan nggak tertebak. Karena itu, Negeri Para Bedebah layak menjadi salah satu koleksi novel temen-temen loh! Selamat hunting buku! =) 


Rating: 4.5/5

Nisrina Salma © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.