Kendati begitu, ada banyak hal yang telah saya lewati selama periode tersebut. Tentunya saya tak mampu mengingat hari demi hari, melainkan hanya momentum yang menimbulkan emosi kuat saja.
Contohnya; diterima pekerjaan, kepergian kedua kakek, patah hati, ingin mati, Covid-19, jatuh cinta, membangun komunitas bersama teman. Tidak banyak sih yang saya ingat.
Sulit menggambarkan betapa besarnya kerinduan saya untuk menulis apa adanya begini, tak mengharapkan respons apapun. No judgement.
Saya sempat aktif di TikTok dengan format tulisan pendek dan beberapa postingan mendapatkan ratusan ribu pembaca dan ratusan komentar. Rasanya nagih, tapi saya rasa itu tidak baik untuk kesehatan pikiran saya. Sebab, saya berakhir hanya menulis untuk mencari engagement dan komentar, bukan benar-benar menuangkan pikiran dan berekspresi.
Well, delapan tahun saya ngang-ngong, kalau istilah anak sekarang. Setelahnya, harus apa lagi? Saya merasa, semua cita-cita di usia 20 tahun sudah tercapai. Tentunya bukan cita-cita memiliki ini dan itu, karena rasanya punya rumah atau jalan-jalan keliling Eropa memang tak pernah ada dalam list.
Cita-cita saya waktu umur 20 tahun sungguh sederhana; menjadi reporter, punya pacar yang baik hati, punya penghasilan cukup, bisa beli buku tanpa mikir. Sudah kejadian semua.
Izinkan saya menampar diri saya di usia 20 tahun itu sambil bilang "Yang kamu butuhkan bukan tentang menghidupi mimpi, tapi usaha untuk mengejarnya".
Eits, bukan berarti saya tidak bersyukur. Saya bahagia dengan hidup saat ini dan selalu berterima kasih pada Tuhan setiap harinya.
Namun, jadi manusia tanpa tujuan itu meresahkan sekali, lho. Setiap orang bakal euphoria saat mimpinya terwujud, lalu setelah beberapa bulan, atau tahun, akan merasa mimpi itu ya cuma default hidupnya saja. Begitu pun saya, karena saya ya manusia.
Jadi, saya harus bikin mimpi baru.
Saya berusaha mencari dan mencari selama satu dua tahun ke belakang. Tidak mudah lho mencari tujuan baru di usia tidak muda begini.
Karena desperate dan frustasi, ujung-ujungnya saya diskusi lah sama ChatGPT dan Claude. Jujur meskipun possibly bikin brainrot, kadang mereka jadi sahabat terbaik untuk diskusi objektif. Dan ya, akhirnya saya menemukan mimpi saya:
"Membantu orang-orang memahami dirinya sendiri, terkoneksi sama orang lain secara tulus, dan hidup dengan rasa penasaran serta inner peace."
"Membantu orang-orang memahami dirinya sendiri, terkoneksi sama orang lain secara tulus, dan hidup dengan rasa penasaran serta inner peace."
Motivasinya apa sih pengen begitu? Well, saya pernah menjadi orang yang overthinking setiap waktu dan tidak hidup dengan present. Efeknya? Apapun yang terjadi rasanya tidak pernah bikin puas. Padahal, keluarga saya cemara, uang ada, teman-teman ada, tapi waktu itu rasanya saya ingin mati terus. Serius.
Seiring berjalannya arus kehidupan, saya belajar satu dan lain hal sehingg sampai pada state saat ini; mental stability. Saya mulai menghidupi prinsip: hidup itu yang penting hari ini bahagia, bikin memori baik. Kalau ada memori buruk, gapapa juga sih, karena toh besok juga lewat.
Selain itu, saya juga meyakini apa yang ada di sekililing kita, yang kita punya, semuanya sementara. Sementara itu tafsirannya luas, bisa cuma 2 detik dan bisa 100 tahun (kalau umur panjang). Ya, jadi santai saja kali. Untuk apa sih sibuk memikirkan besok yang belum pasti. Kalau bisa happy sekarang kenapa tidak sekarang saja?
Kembali pada mimpi. Jadi, untuk mewujudkan mimpi di atas, tentu saya mesti melihat tren saat ini supaya pesannya sampai ke orang-orang. Kebetulan, 2026 ini trennya video vertikal, jadi ya terpaksa saya harus belajar bikin video, edit video, voice over meskipun tak suka haha. It's ok. Saya percaya selama punya tujuan jelas apapun yang dihadapi pasti dengan mudah dilewati (azek).
Jadi segitu dulu postingan malam ini. Senang rasanya bisa kembali ke 2009, era kejayaan blogspot, dalam satu malam.
Mungkin saya akan aktif posting di sini, mungkin juga tidak. Doesn't matter juga sih karena toh tidak bakal ada yang baca juga. Pastinya, saya puas sudah melepaskan beberapa pikiran di sini.
Doakan ya, semoga rencana TikTokku berhasil, dan banyak orang yang terbantu dengan konten saya nanti.
Salam,
Ninis
5 Juli 2026
*Postingan ini ditulis dalam rangka upaya mengembalikan excitement menulis.
No comments:
Post a Comment